Langsung ke konten utama

Translate

Percakapan Jodoh

Muslimah Cantik Indonesia

ukhti : "Apa akhi mencintaiku?"

Akhi : "Tidak, Ana mencintai Allah subhanahu Wata'ala"

ukhti : "Apa akhi mencintaiku?

Akhi : "Tidak, ana mencintai Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam.

ukhti : "Lalu, apa tujuan akhi melamarku?

akhi : "Ana memilih ukhti karena ana mencintai Allah dan menghidupkan sunnah Nabi-Nya, dengan begitu ana berharap Dia (Allah) akan mencintai kita."

ukhti : "Rasulullah bersabda. "Perempuan itu dinikahi karena 4 perkara, yaitu karena Hartanya, keturunannya, kecantikannya dan Agamanya .(muttafaq 'Alaihi),
Lalu jika begitu apa akhi menikahiku karena hartaku?"

Akhi : "Tidak !!! Karena ana takut, Rasulullah juga Bersabda : "Barang siapa yang menikahi perempuan karna hartanya, niscaya Allah akan melenyapkan hartanya." (Al-Hadist)
Jikalau pun ukhti banyak hartanya, Maka ana mau ukhti berkorban dengan harta itu demi agama Allah utk menegakkan kalimat haq."

Ukhti : "Jika begitu apa karena keturunanku, akhi?

ukhti : "Tidak !!! karena ana takut.
Rasulullah Bersabda : "Barang siapa yang menikahi seorang karena kebangsawanannya, niscaya Allah tidak akan menambah kecuali kehinaan." (Al-Hadist)

ukhti : "Lalu, Apa karena kecantikanku?

Akhi : "Tidak juga !!! Karena ana takut.
Rasulullah Bersabda : "Janganlah kamu menikahi perempuan itu karena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu akan membawa kerusakan bagi mereka sendiri. "(Al Hadist)
Dan jika pun ukhti cantik, semoga Akhlaknya yg cantik."

ukhti : "Lalu, karena apa akhi ?"

Akhi : "agamamu... agama yang membuat ana mengkhitbah ukhti.
Rasulullah Bersabda : "Jika seorang laki-laki menikahi perempuan karena agamanya, maka tidak akan di berikan pada keduanya kecuali keberkahan ." (Al Hadist)
Ana ingin keberkahan pada rumah tangga kita nanti, Agar shakinah mawaddah warahmah.
semoga Allah memberikan kita keturunan
generasi rabbani yang senantiasa mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi apapun.

ukhti : "Amiin... jika begitu maka Allah dan Rasul-Nya lah yang menjadi 'saksi' bahwa Ana terima Akhi karena-Nya...

Akhi : "Jika begitu, kita segerakan pernikahan kita atau ikhlaskan ana.

ukhti : "Na'am 😊

#Semoga ada jalan dan cepat ketemu jodohnya 🙏😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim