Langsung ke konten utama

Translate

Resep Kue Dadar Buah Naga • Marimasak

Kue dadar buah naga merah

Ayok...💪😘!!! Mari..🤗 kita berkreasi dgn buah naga merah😘,mumpung lagi musim panen😘,pada banjir buah naga di pasaran 😉mumpung harganya lagi murah meriah lho😉,kalau emak nih mumpuuunnggg dapat gratisss...lho ini..😜😛😉😂😂banyak pulak nih,sampai blengerr deh..😜makan buah naga merah😊makanya di kreasikan buat camilan aja lho ini...😉😀.
Nih...buah naga merahnya emak bikin kue dadar gulung ternyata enak lho😋👌,terus terang nih emak kalau bikin kue dadar itu 🙄emak paling kagak suka pakai resepnya sidadar wong sugee.. dadarnya para bangsawan dan para konglomerat yg umumnya selalu pakai santan dan telur🙄.
Emak kagak doyan😷😌karena terlalu lemak dan amis setelah dingin kalau pakai santan dan telur😏😩.
Mending emak pakai resep dadarnya orang "Me-la-rat" aja deh😜ngak usah pakai santan & telur juga enak kok..😜😛😝malah lbh enak ngak bikin neek😩😶makanpun bisa banyak lho ini..😜pokok e mangan sak warek ee lho iki..😜😛😝😉😀😁😂😂😂
Kue dadar buah naga merah:
=========================
Bahan utk kulit:-200gr tepung terigu cakra.-50gr tepung kanji.-300ml buah naga merah di parut halus.-300ml air.-1sdt garam.-1/4sdt vanili bubuk.

Cara membuatnya:*1:Campur tepung terigu +tepung kanji,aduk2,lalu masukan buah naga,air,sambil di aduk2+kan garam & vanili,aduk2 rata.
*2:Ambil daun pandan 10lbr lalu di ikat dan di jadikan kuas utk mengoles minyak di pannya.
*2:Panaskan pan sampai benar2 panas,lalu di kuas dgn daun pandan yg sdh dicelupin ke minyak,ambil 1sendok sayur adonan dan bikin dadar tipis,masak hingga matang,lalu balikan dadar diatas daun,tunggu dingin,lalu di isi dgn inti kelapa dan lipat seperti amplop.
Utk isiannya
===========-500gr kelapa setegah tua parut halus memanjang.-150gr gula merah.-100gr gula pasir.-1sdt garam.-1/2sdt vanili bubuk.-500ml air.-9lbr pandan.
Cara memasak inti kelapa:**Air +pandan+gula merah +gula pasir,masak hingga gula larut +kan kelapa,garam,vanili,lalu di masak hingga agak mengering,angkat..dan siap dijadikan buat isian bakpao,bugis,kue dadar,dll.
Oke...selamat mencoba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim