Langsung ke konten utama

Translate

Resep Empal Gentong • Marimasak


Bissmillah kali ini mau sharing resep empal gentong, kuliner khas Cirebon yang terbuat dari daging sapi & jeroan, disajikan dengan kuah santan yang gurih & sedap, wajib dicoba 👍
_______________________________________

EMPAL GENTONG

.
Bahan:
500 gram daging sapi
500 gram jeroan sapi
1 liter santan sedang
1,5 liter air untuk merebus daging
2 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
4 cm kunyit, bakar
4 cm jahe, bakar
2 butir kapulaga
2 butir cengkeh
1 ruas jempol lengkuas, memarkan
1 cm kayumanis
Garam, gula & kaldu sapi bubuk secukupnya
Bumbu halus:
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
4 butir kemiri (sangrai)
2 cm kunyit, bakar
2 cm jahe
1 sdt merica butiran
Pelengkap:
Cabe bubuk, bawang merah goreng & kucai .
Cara membuat:
1. Didihkan air, masukkan jahe & kunyit bakar, lalu masukkan daging, masak sampai daging empuk, angkat dagingnya lalu saring kaldunya, sisihkan. Rebus jeroan dipanci lain, masak sampai empuk, buang air rebusannya, tiriskan.
2. Masukkan kembali daging kedalam panci berisi kaldu sapi, masukkan juga jeroan masak dengan api kecil.
3. Tumis bumbu halus sampai wangi, tambahakan daun salam, serai, lengkuas, cengkeh, kayu manis & kapulaga, aduk sampai matang, angkat, tuang kedalam rebusan daging.
3. Masukkan santan, garam, gula & kaldu sapi bubuk kedalam rebusan daging, masak sampai bumbu meresap, angkat daging & jeroan lalu tiriskan.
4. Potong2 daging & jeroan, ketika akan disajikan masukkan sebentar dalam panci berisi kuah panas, lalu tata dalam mangkuk saji, siram kuah, taburi kucai, cabe bubuk & bawang goreng, sajikan.

_________________________________________

Resep Empal Gentong • Marimasak

#empalgentong

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim