Langsung ke konten utama

Translate

Resep Bolu Kukus Semangka • Marimasak

BOLU KUKUS (Semangka)

As mamak jaman now, harus kudu serba bisa donk ya, kemarin2 buat bolkus mekar itu gagal trs, nah kali ini bermodal kepedean yang hakiki, nyoba buat lagi.. Alhasiil.. Jreng..jreng.. Teuteup yaaah bolkusnya mingkem.. Hiks 😥 ada sih beberapa yang tersenyum tipis, iyaa tipiiis bgt, setipis isi dompet di akhir bulan ini 😌😌 . .

Ya udahlah karna sdh janji sm nak kanak mau buatin bolkus, paksa mamak anak 2 ini tetep buat bolkus dengan versi yang berbeda biar anak2 tetep bangga gt punya mamak pande masak 😝😝 . .

BOLU KUKUS (Semangka)

Bahan :
Telur 2 butir
125 gr tepung terigu
125 ml susu cair (uht plain)
125gr gula pasir
Essense vanila secukupnya
1/2 sdt emulsifier (sp/tbm/sponge28)
Pewarna merah (pasta strawberry)
Pewarna hijau (pasta pandan)
Dark coklat secukupnya (lelehkan) *Untuk loyang segitiga ukuran 30cm

Cara membuat :
Kocok telur, emulsifier & gula sampai berwrna putih & kental berjejak, setelah itu turunkan kecepatan mixer sampai yang paling rendah kemudian masukkan tepung terigu di selang seling dengan susu cair sedikit demi sedikit.
Matikan mixer, bagi adonan menjadi 3 bagian.. 1/2 bagian untuk warna merah dan 1/2 bagian lagi dibagi 2 untuk warna hijau dan warna plain (warna adonan dasar)

Alasi loyang dgn kertas roti, masukkan adonan warna merah kemudian kukus kedalam kukusan yg telah dipanaskan terlebih dahulu selama 10 menit, kemudian masukkan adonan warna plain, kukus 5 menit, terakhir masukkan adonan warna hijau kukus selama kurang lebih 15 menit. Tes tusuk untuk memastikan bolkus telah matang sempurna.. Segera keluarkan bolkus dr loyang, potong2 hias dengan dcc leleh membentuk biji semangka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim