Langsung ke konten utama

Translate

Resep Ayam Goreng Khas Aceh • Marimasak

Resep Ayam Goreng Khas Aceh • Marimasak

・・・
Ayam Goreng khas daerah Aceh...
Namanya Ayam Tangkap. Entah kenapa namanya ayam tangkap. Mungkin karena di goreng dadakan saat menjelang makan, itu sebabnya di beri nama ayam tangkap. ...
Ayam ini digoreng bersama daun daun rempah, sehingga wanginya saat digoreng sungguh menggugah selera 😊
Bermacam daun dimasukkan, ada daun kari, daun pandan dan daun sereh.
Yang ngga pakai yaa daun ganja ..he..he jangan dong ntar pada mabok lagi..
Rasa pedasnya juga bikin pingin terus nambah
..
Yuk dicoba resepnya yaa...
Resep Ayam Tangkap
Bahan:
1 ekor ayam (sebaiknya ayam kampung)
1 liter minyak goreng 
10 tangkai daun salam koja (temurui)
4 lembar daun pandan, iris kasar 
500 ml air matang 
2 buah cabai hijau

Bumbu:
3 siung bawang putih
7  buah bawang merah (3 siung dirajang, 4 siung dihaluskan)
5 buah cabe rawit 
1 ruas ibu jari kunyit 
1 ruas ibu jari jahe 
2 ruas lengkuas
1 sdt garam 
2 buah asam sunti

Cara membuat:

1. Potong ayam menjadi 24-30 potongan kecil, kemudian cuci bersih. Bila perlu, remas-remas dengan air perasan jeruk nipis.
2. Haluskan semua bumbu, adukkan ayam dengan bumbu. Siapkan wajan, masukkan ayam yg telah diaduk dengan bumbu. Tambahkan air. Ungkep ayam hingga empuk dengan api sedang. Agar bumbu menyerap dengan baik dan ayam menjadi empuk.
3. Panaskan minyak di wajan besar sampai benar-benar mendidih. Goreng ayam sampai kecokelatan. Semua ayam harus tenggelam dalam minyak.
4. Jika minyak tidak banyak, jangan menggoreng sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit. (keberhasilan masakan sederhana ini sangat bergantung pada teknik menggoreng).
5. Menjelang ayam matang, masukkan irisan bawang merah, daun salam koja, daun pandan, dan cabe hijau. Teruskan menggoreng sekitar tiga menit lagi.Angkat, tiriskan, dan segera hidangkan dalam keadaan panas.
Selamat mencobaaa 😄😄 .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim