Langsung ke konten utama

Translate

Perang Dijalan Allah • Aulia Izzatunisa

#YUKTABAYYUN
#YUKBERTAUHID

AKAN SENANTIASA ADA SEKELOMPOK ORANG DI ANTARA UMATKU YANG BERPERANG DI ATAS JALAN ALLAH
.
.
Siapapun yang mengetahui hakekat Islam akan mengerti bahwa thaifah manshurah tidak akan pernah meletakkan senjata atau berhenti dari memerangi orang orang musyrik, karena syirik akan terus ada hingga hari kiamat. Tidaklah seorang mukmin pun melainkan wajib berjihad dan memerangi mereka hingga mereka tunduk kepada hukum Allah Ta‘ala, sebagaimana orang orang musyrik yang akan terus memerangi umat Islam selagi masih ada diantara mereka yang masih hidup sampai mereka memurtadkan orang orang mukmin dari Diennya sebisa mungkin.
.
.
Eksisnya umat islam dalam memerangi orang orang musyrik merupakan sunatullah yang menjadi ciri khas agama yang agung ini dan pemeluknya. Allah Ta‘ala telah mengikat tegaknya agama ini dengan perang tersebut, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam: ˝Agama ini akan tetap tegak, selama masih ada sekelompok umat islam yang mau berperang di atasnya, hingga hari kiamat terjadi˝. [HR.Muslim].
.
.
Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain : ˝Akan sentiasa ada diantara umatku yang berperang di atas perintah Allah, keras terhadap musuh mereka dan tidak terpengaruh oleh orang yang menyelisihi mereka, hingga kiamat datang sedangkan mereka tetap kokoh di atas hal itu˝.( HR. Muslim ).
.
.
Oleh karenanya, hendaklah setiap muslim berusaha sungguh sungguh untuk bergabung dengan barisan muwahhid yang tidak akan terputus hingga hari kiamat ini, karena mereka tidak akan terpengaruh oleh orang yang menyelisihi maupun penggembos, tetapi mereka akan tetap eksis dalam jihad mereka dengan ketentuan dari Allah yang menggiring mereka.
.
.
Setiap mujahid juga harus selalu memperbarui niat untuk terus melanjutkan jihadnya memerangi orang orang musyrik hingga ajal menjemput. Hingga Allah membangkitkannya dalam golongan orang orang yang diberi nikmat diantara para Nabi, orang-orang yang jujur dan para syuhada, Dan alangkah baiknya teman teman seperti mereka.

#Biidznillah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim