Langsung ke konten utama

Translate

Kroket Kentang • Marimasak

Marimasak
-
Kroket kentang.

Bahan kulit
500 gram kentang
1 sdm susu bubuk
¼ sdt merica bubuk
¼ sdt pala bubuk
½ sdt garam
1sdm butter/margarin
Minyak untuk menggoreng
Bahan isi
150 gram daging sapi/ayam
30 gram buncis, iris tipis
1 buah wortel ukuran besar, potong dadu kecil
1 batang daun bawang, iris tipis
1 buah bawang putih,, haluskan
2 buah bawang merah, haluskan
¼ sdt merica bubuk
1 sdm tepung terigu, campurkan dengan gula dan garam secukupnya lalu cairkan dengan 2 sdm air
3 sdm margarin untuk menumis
2 butir telur, ambil putih telurnya
50 gram tepung panir
Cara membuat kroket kentang
Pertama kita akan buat isinya terlebih dahulu, panaskan margarin lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.
Masukkan daging sapi, buncis, wortel, dan merica bubuk ke dalam tumisan, aduk hingga air daging habis dan rata.
Masukkan daun bawang dan 3 sdm air, aduk hingga rata.
Terakhir masukkan cairan tepung terigu untuk merekatkan adonan. Aduk rata hingga matang lalu angkat. Dinginkan.
Sekarang kita akan membuat kulit kroket kentangnya, goreng kentang lalu angkat dan haluskan.
Campur susu bubuk, merica, pala bubuk, dan garam ke dalam kentang yang telah dihaluskan. Aduk hingga rata.
Ambil sedikit adonan kentang, bentuk bulat lonjong lalu pipihkan. Masukkan adonan isi secukupnya. Celupkan ke dalam putih telur lalu gulingkan ke dalam tepung panir. Bentuk bulat lonjong kembali. Ulangi hingga adonan habis.
Goreng hingga kuning kecoklatan. Kroket kentang isi daging sapi siap untuk dihidangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim