Langsung ke konten utama

Translate

10 Hikmah Bersilaturahmi • Fatwa NU


10 Hikmah Bersilaturahmi • Fatwa NU

Di antara hikmah bersilaturahmi antara lain:
.
Pertama, mendapatkan ridlo Allah SWT karena Dialah yang memerintahkan silaturahim.
.
Kedua, membuat gembira sanak saudara karena sesungguhnya amal yang paling utama adalah membuat gembira orang mukmin.
.
Ketiga, dengan silaturahim akan menggembirakan malaikat karena malaikat seneng kalau ada orang bersilaturahim.
.
Keempat, mendapatkan pujian baik dari orang muslim. Orang yang gemar bersilaturahmi akan meninggalkan kesan yang baik terutama bagi orang yang dikunjunginya.
.
Kelima, menjadikan susah iblis laknatullah untuk menggoda manusaia. Seperti yang kita ketahui bahwa iblis sangat senang pada sesama mukmin yang tidak akur. Dengan bersilaturahmi, celah iblis untuk menggoda akan merapat.
.
Keenam, menambah umur karena senantiasa didoakan baik oleh sanak kerabatnya.
.
Ketujuh, mendapatkan berkah dalam rezeki. Semakin luas pergaulan dan silaturahmi, maka jalan rezeki semakin terbuka dan menyumber dari segala pintu.
.
Kedelapan, menggembirakan orang orang yang meninggal dunia. Silaturahmi tidak hanya dengan berkunjung pada yang masih hidup tapi juga pada yang sudah tiada (ziarah).
.
Kesembilan, bertambah erat tali persaudaraan.
.
Kesepuluh, menambah pahala setelah ia meninggal, karena sanak kerabat akan selalu mendoakan setelah meninggal. Orang akan selalu mengingat jasa-jasa silaturahim maka saat meninggalpun diberi kiriman doa oleh orang-orang yang mengenalnya. .
Demikian sepuluh hikmah bersilaturahmi. Semoga bermanfaat.
.
***
.

#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #silaturahmi #silaturahim #hikmah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim