Langsung ke konten utama

Translate

Menghadapi Cobaan • Aulia Izzatunisa

💦 Jika cobaan sepanjang sungai, maka seharusnya kesabaran seluas samudera.

💦Jika harapan seluas hamparan bumi, seharusnya ikhtiar itu seluas langit yg membentang.
                                                                                                   💦Jika pengorbanan sebesar bumi, seharusnya keikhlasan itu seluas jagad raya.

💧 Kemenangan Islam adalah janji Allah, dengan atau tanpa kita.
Jika kita tidak mengambil peran perjuangan, pasti akan ada yg  lain.
Bukan Islam yg memerlukan kita, tapi kita lah yang membutuhkan Islam.

💧 Hidup adalah pilihan, mau mengambil peran perjuangan atau tidak. Maka, teruslah melangkah, meski semua manusia berhenti.
Teruslah melangkah, meski duri tajam mengoyak kaki.

💧 Pelaut ulung tidak lahir dari laut yg tenang.
Begitu pula aktifis dakwah yg tangguh, tidak lahir dari jalan dakwah yg mulus.
Jatuh bangun dalam dakwah itu biasa tapi bangkit dari jatuh itu baru luar biasa.

Yang penting adalah berapa kali kita bangkit setelah terjatuh.

💧 Jangan katakan, “Wahai Allah, masalahku sangat besar” tapi katakan “Wahai masalah, Allah itu Maha Besar.”
Berbagai masalah itulah yg membuat kita bertahan.

Jika kita lari dari masalah, berarti kita lari dari kasih sayang Allah.
Seorang pemenang adalah orang yg pandai bersyukur dan berusaha bangkit dari masalah.

💧 Maka, saudara-saudara sekalian...
Jadilah AKAR yg gigih mencari air, menembus tanah yg keras demi sebatang pohon.

Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan keelokannya pada dunia dan mendapatkan pujian, AKAR tetap tidak iri.
Ia tetap tersembunyi dalam  tanah..

Itulah makna dari sebuah ketulusan dan keikhlasan.
Manusia yg memiliki perpaduan tulus, ikhlas, sabar dan tegar bagai AKAR.
Merekalah orang-orang yg mampu  merubah warna zaman yg akan tetap hidup dan menghidupkan.

💧 Bukanlah kesulitan yg membuat kita takut, tapi KETAKUTAN yg membuat kita sulit.
Karena itu, jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim