Langsung ke konten utama

Translate

Jika Ada Lelaki Yang Datang Melamarmu • Aulia Izzatunisa

JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU 👉 untuk mu Ukhty salihah..😊

#Baca ini..👇 JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU …

🍃 👉Jangan katakan.... Hartanya dan ketampanannya …Jangan pula katakan...... Profesinya,rumahnya, dan gelarnya …

#Namun ..... 👉katakanlah.. :
Agamanya dan akhlaqnya......! ~*~*~*~*~*~*~*~*~

💕Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(wahai para Ayah) Jika datang kepada kalian (untuk melamar), seseorang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka maka nikahkanlah dia, jika tidak, maka akan terjadi cobaan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
(Hadits dihasankan oleh Syaikh Al-Albaany) ~*~*~*~*~*~*~*~*~

📌Seorang muslim melamar seorang muslimah yang istiqamah (komitmen dengan ajaran islam) #Sedangkan sang pria TIDAK komitmen … Sang wanita MAU menikah dengannya …

👇 Sang wanita tadi berkata....: “Mudah-mudahan Allah akan memberinya hidayah dengan sebab aku!” #Ini adalah perbuatan “menunggu sesuatu yang tak pasti” Yang kita lihat di hadapan kita adalah .....: “dia bukan orang yang komitmen”

👉Jika sang wanita berkata: “Mudah- mudahan Allah akan memberinya hidayah dengan sebab aku!” Maka kita katakan pada sang wanita....: Namun bisa jadi engkau yang akan ‘tersesat’ dengan sebab dia, dan itu semua mungkin terjadi.....! Dan “tersesatnya” engkau dengan sebab dia itu LEBIH MUNGKIN terjadi daripada dia akan diberi hidayah dengan sebab engkau .....

➡Karena biasanya, pengaruh pria terhadap wanita itu lebih besar dari pada pengaruh wanita terhadap pria...! Betapa banyak suami yang menyeret istrinya agar mengikuti keinginan sang suami …

Sampai sang suami dapat membuat istrinya melakukan apa yang diinginkan sang suami, .... padahal sang istri tak ingin melakukannya …

Ini adalah hal yang biasa dan banyak terjadi …

Yang terpenting bagiku  adalah....: Kita mengetahui bahwa seseorang itu diberi tanggung jawab sesuai dengan apa yang terlihat, bukan dengan apa yang dinanti (bukan dengan apa yang belum terjadi –pen).
(Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin, “Fath Dzi Al-Jalaal wa Al- Ikraam Syarh Buluugh Al-Maraam”, 4/519)

Wallahu 'alam.....

🍁 Pilihlah yang baik agamanya... INSYAALLAH kau akan bahagia....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim