Langsung ke konten utama

Translate

Tumis Pare Patah Hati - Marimasak

Tumis Pare Patah Hati - Marimasak

liat di kulkas ternyata ibuk beli pare kecil2 lumayan banyak. saya bukan orang yang suka makan pare, tapi boleh lah dimakan sedikit biar ga enak2 terus 😂✌
.
Tumis Pare

Bahan:
10 buah pare kecil (sama dengan 2buah pare yang besar)
4 biji bawang merah,iris
2 biji bawang putih, geprek lalu iris
2 biji cabe rawit (kalau suka pedas),iris
1sdt terasi
1 butir telur
garam merica secukupnya
kaldu bubuk
air
teri medan secukupnya

caranya :
1. iris tipis pare, buang biji didalamnya. tambahkan garam lalu remas hingga airnya keluar, bilas dengan air
2. kocok telur, tambahkan merica dan garam, lalu goreng orak arik,sisihkan
3. tumis cabe, bawang merah, bawang putih,terasi,masukkan pare
4. masukkan teri medan, bumbui dengan garam, merica, dan kaldu bubuk. aduk lalu masukkan telur orak arik.  sajikan
.
#reseptumispare #tumispare #olahanpare #sayurpare #doyanmasak #doyancooking #pare

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim