Langsung ke konten utama

Translate

Spesial Mie Goreng Jawa - Marimasak

MIE GORENG JAWA
.

BAHAN:
1bks mie telur,
7 butir bakso ayam/ikan,iris
10 ekor udang,buang kepala
1 butir telur kocok
5 lembar daun sawi hijau potong kasar
2 lembar kol potong kasar (bisa pake kol) 5 buah cabe rawit utuh (disesuaikan selera)
1 batang daun bawang iris
.
BUMBU HALUS:
6 siung bawang putih
2 butir kemiri
1 sdt merica
.
BUMBU LAINNYA:
2 sdm kecap bango
1 sdt kaldu bubuk
 garam secukupnya
minyak untuk menumis
.
CARA MEMBUAT:
1. Rebus mie telor sampai setengah matang, tiriskan lalu lumuri dgn kecap dan aduk rata
2. Tumis bumbu halus,bersama rawit utuh, tambahkan telur kocok, orak arik sebentar, tambahkan udang dan bakso, aduk rata, masukkan sayuran, kaldu bubuk, garam
3. Aduk dan koreksi rasa
4. Bila sayuran kelihatan sudah agak matang masukkan mie, aduk rata, dan koreksi rasa lagi, tabur daun bawang, angkat dan matikan api. Siap disajikan.
.
#resep #resepmasakan #resepmakanan #resepyummy #resepmasakanindonesia #resepdapur #resepmasakannusantara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim