Langsung ke konten utama

Translate

Sambal Goreng Hati Kentang dan Buncis - Marimasak

Ini salah satu lauk untuk nasi kuning yang saya buat. Hambar & rasa nasi kuning kalau enggak ada lauk ini 😁
.
Sambal Goreng Hati Kentang dan Buncis
,

.
Bahan:
- 4 buah hati ayam, cuci bersih dan rebus dengan sedikit garam hingga matang. Potong kecil dan goreng hingga kering.
- 1 buah kentang ukuran besar berat sekitar 400 gr, kupas dan cuci bersih. Potong kotak kecil dan goreng hingga matang.
- 5 batang buncis, potong pendek
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 2 ruas jari lengkuas, memarkan
- 200 ml santan sedang, saya memakai santan bubuk sasa 1 bungkus ukuran kecil
- 1 sdt garam
- 1 1/2 sdt gula pasir/gula jawa
- minyak sayur, untuk menumis
.
Bumbu halus:
- 6 buah cabe merah keriting
- 4 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 buah serai, ambil putih nya dan rajang tipis
- 1 sdt ketumbar
- 2 ruas jari kunyit
.
Cara membuat:
1. Panaskan 3 sdm minyak sayur, tumis bumbu halus hingga matang dan harum.

2. Masukkan daun salam, daun jeruk dan lengkuas. Tumis kembali hingga daun layu.

3. Tuang santan dan buncis. Aduk hingga merata, mendidih dan buncis empuk. Masukkan hati ayam, kentang dan sisa bumbu. Aduk hingga bahan tercampur rata dan koreksi rasa sesuai selara (silakan jika ingin menambahkan kaldu bubuk). Masak hingga santan berkurang/kering dan bumbu meresap. Matikan api kompor. Sajikan dengan nasi kuning atau nasi putih hangat. Yamieehh!
.
#resep #resepmasakan #resepmakanan #resepyummy #resepmasakanindonesia #resepdapur #resepmasakannusantara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim