Langsung ke konten utama

Translate

Nasi Goreng Ayam Tutu - Marimasak

daging ayamnya ga keliatan soalnya saya suwir kayak isian di soto 😁 paling enak suwirnya pakai dada ayam, cepet wkwk. di nasgornya ini saya pakai Ayam betutu mumpung ada 😏 .
Nasi Goreng Ayam Tutu
.
bahan :
ayam betutu suwir
4 porsi nasi putih
1 bks bumbu nagor sajiku
1/4 kol, itis tipis
1 buah wortel, iris tipis lalu cincang
2 genggam taoge
4 biji cabe merah
3 biji bawang putih
4 biji bawang merah
2 batang daun bawang
1 butir telur
.
secukupnya :
saos raja rasa
garam
merica
kecap ikan
garam
.
caranya :
1. siapkan nasi, masukkan bumbu nasgor dan aduk dalam baskom hingga rata.
2. tumis bawang dan cabai. masukkan wortel dan kol. tumis sebentar
3. masukkan nasi aduk dam bumbui dengan bumbu secukupnya
4. masukkan ayam suwir, daun bawang, dan taoge. aduk hingga taoge sedikit layu tp masih renyah.
5. dadar telur dengan sedikit garam, potong lalu gulung spt di foto 👻
.
#resepnasgor #resepnasigoreng
#idebekalsehat #doyanmasak #resepmasakanindonesia #cookpad #cookpadmasakbareng
#cookpadindonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim