Langsung ke konten utama

Translate

Ampela Ati Goreng Gurih Bumbu Ketumbar - Marimasak

Ampela Ati Goreng Gurih Bumbu Ketumbar

Bahan
Ampela dan hati ayam (masing-masing 5 buah, potong jadi dua atau sesuai selera)
Minyak goreng (secukupnya)

Bumbu Halus
Garam (secukupnya)
Gula (secukupnya) 
Kaldu ayam bubuk (secukupnya) 
Ketumbar (secukupnya) 
4 siung bawang putih (haluskan) 
3 cm lengkuas (parut)

Cara Membuat
1. Cuci bersih ampela dan hati ayam.

2. Campur ampela dan hati dengan bumbu halus. Aduk rata lalu diamkan selama beberapa menit.
3. Jika sudah dicampur, masak ampela dan hati di wajan dengan diberi sedikit air.
4. Masak hingga air kering (asat). 5. Jika sudah, goreng ampela dan hati sampai matang dan bagian luarnya agak kering.
6. Ampela dan hati goreng yang gurih dan super lezat siap untuk disajikan.
sumber: vemale.com

#reseplezat #ampelagoreng #atigoreng #indonesianfood #indonesianfoodies

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah 1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendenga...

Hadits Bukhari No. 116

"Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." (HR. Bukhari: 116)

Larangan Untuk Niyahah (Meratapi Mayit)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Hafshah dari Ummu 'Athiyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan Niyahah (meratapi mayit). Maka tidak seorang wanita pun dari kami yang wafat (lalu kami meratapinya) kecuali lima orang, termasuk di antaranya adalah Ummu Sulaim." HR. Muslim