Langsung ke konten utama

Translate

JANGAN TERPEDAYA DENGAN GEMERLAP DUNIA

Bismillah

JANGAN TERPEDAYA DENGAN GEMERLAP DUNIA.. !!

رَغِيْفُ خُبْزٍ يَابِسٍ = تَأْكُلُهُ فِي زَاوِيَةْ

“Sepotong roti kering yang engkau makan di pojokan….”

وَكُوْزُ ماءٍ باردٍ = تَشْرَبُهُ مِنْ صَافِيَةْ

“Dan secangkir air dingin yang kau minum dari mata air yang jernih….”

وَغُرْفَةٌ ضَيِّقَةٌ = نَفْسُكَ فِيْهَا خَالِيَةْ

“Dan kamar sempit yang jiwamu merasa kosong di dalamnya…”

أَوْ مَسْجِدٌ بِمَعْزِلٍ = عَنِ الْوَرَى فِي نَاحِيَةْ

“Atau mesjid yang terasing dan jauh dari manusia, lalu engkau berada di sudut mesjid tersebut…”

تَقْرَأُ فِيْهِ مُصْحَفاً = مُسْتَنِداً لِسَارِيَةْ

“Engkau membaca Al-Qur’an sambil bersandaran di sebuah tiang mesjid…”

مُعْتَبِراً بِمَنْ مَضَى = مِنَ الْقُرُوْنِ الْخَالِيَةْ

“Seraya mengambil ibroh/pelajaran dari kisah-kisah orang-orang terdahulu yang telah tiada…”

خَيْرٌ مِنَ السَّاعَاتِ فِي = فَيْءِ الْقُصُوْرِ الْعَالِيَةْ

“Itu lebih baik daripada berlama-lama di dalam istana-istana yang megah…”

تَعْقُبُهَا عُقُوْبَةٌ = تَصْلَى بِنَارٍ حَامِيَةْ

“Yang akhirnya mengakibatkan dosa yang menyebabkan engkau masuk dalam api yang panas…”

فَهَذِهِ وَصِيَتِي = مُخْبِرَةٌُ بِحَالِيَةْ

“Ini adalah washiatku yang mengabarkan tentang dirinya…”

طُوْبَى لِمَنْ يَسْمَعُهَا = تِلْكَ لَعُمْرِي كَافِيَةْ

“Sungguh beruntung orang yang mendengarnya…demi Allah washiat ini sudahlah cukup (memberi pelajaran…)”

فَاسْمَعْ لِنُصْحِ مُشْفِقٍ = يُدْعَى أَبَا الْعَتَاهِيَةْ

“Maka dengarlah nasehat orang yang sayang dan khawatir kepadamu yang dikenal dengan Abul ‘Ataahiyah..”

Sungguh indah sya’ir Abul ‘Ataahiyah di atas, terutama bagi yang mengerti bahasa arab.

Sedikit waktu yang disempatkan untuk membaca Al-Qur’an di pojokan mesjid jauh dari pandangan manusia…ternyata jauh lebih bernilai dari kemegahan istana yang hanya sementara.

Benarlah jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan ;

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Sholat sunnah dua rakaat qobliah subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya”

Janganlah terpedaya dengan kenikmatan dunia…sesungguhnya ia adalah kenikmatan yang semu dan sementara…

Ingatlah akan kenikmatan akhirat yang jauh lebih baik dan abadi.
Jika seseorang disuruh memilih mendapatkan kenikmatan secangkir susu, akan tetapi kapan saja bisa ia minum dan tersedia, atau memilih kambing guling akan tetapi hanya sekali saja bisa santap, tentu orang yang berakal akan memilih secangkir susu –meskipun sedikit- akan tetapi terus tersedia selama puluhan tahun, kapan saja siap untuk diminum.

Maka bagaimana lagi jika perkaranya sebaliknya…kambing guling yang terus siap tersedia kapan saja bisa disantap, dibandingkan dengan secangkir susu yang hanya bisa sekali diminum??

Bagaimana lagi dengan hanya secangkir air putih…???

Demikianlah…kenikmatan dunia selain sedikit iapun fana dan akan sirna. Adapun kenikmatan akhirat sangat banyak dan abadi…

Jika engkau terpedaya dan terkagum-kagum bahkan kepingin tatkala melihat kenikmatan dan kemewahan benda-benda dunia, sedangkan engkau sedang menghadapi sulitnya kehidupan dunia maka agar engkau tidak terpedaya… ucapkanlah doa yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشُ الآخِرَةِ

“Yaa Allah tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Doa ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan tatkala Nabi dan para sahabat kaum muhajirin dan anshor sedang menggali parit dalam perang Khandak, sementara perut-perut mereka keroncongan karena kelaparan, bahkan mereka mengikatkan batu ke perut-perut mereka untuk menahan rasa lapar.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Doa Masuk Dan Keluar Masjid • Nasehat Islam

Doa Masuk Dan Keluar Masjid • Nasehat Islam • Silahkan diamalkan teman teman. Jangan lupa share jika dirasa bermanfaat. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Utsman Ad Dimasyqi telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz Ad Darawardi dari Rabi'ah bin Abu Abdirrahman dari Abdul Malik bin Sa'id bin Suwaid dia berkata; Saya telah mendengar Abu Humaid atau Abu Usaid Al Anshari berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian masuk Masjid, maka bershalawatlah untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian ucapkanlah: ' Allahummaftahli Abwaba Rahmatika (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) ', dan apabila keluar maka ucapkanlah: 'Alahumma Inni As`aluka min Fadllika (Ya Allah, sesungguhnya saya memohon karunia kepada-Mu'." √ Hadits Abu Daud √ Shahih √ Nasehat Islam

Resep Tahu Telur Kecap Istimewa

Resep Tahu Telur Kecap . . Bahan Utama : • 10 buah Tahu. • 4 butir Telur Rebus. • 1 sdt Kecap Ikan. • 1 sdt Kecap Asin. • 1 sdt Saus Tiram. • 2 sdm Kecap Manis. • Minyak Goreng Secukupnya. • Garam, Merica Dan Gula Secukupnya. • Air Secukupnya. • 1/4 buah Tomat. • 1ruas Lengkuas Geprek. . . Bumbu Halus : • 2 pcs Bawang Putih. • 5 Pcs Bawang Merah. • 3 Butir Kemiri. . . . STEP Cara membuat • Goreng Tahu dan Telur sampai kekuningan. Angkat dan sisihkan. • Tumis bumbu halus dan Lengkuas hingga harum. Tambahkan air. Masukan Telur dan Tahu Goreng. • Tambahkan irisan tomat, Kecap Ikan, Kecap Asin, Kecap Manis, Saus Tiram, Garam, Gula dan Merica bubuk. • Masak hingga kuah surut. Test n koreksi rasa. Angkat dan Sajikan.

Resep Martabak Telur Super • Marimasak

Resep MARTABAK TELUR SUPER √ Marimasak Bahan : 8 lembar kulit lumpia 2 butir telur bebek Secukupnya daun bawang 1/2 siung bawang bombay Secukupnya kornet / daging cincang Secukupnya minyak untuk menumis Secukupnya garam, lada bubuk / kaldu bubuk . Cara buat : 1. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan daging giling / kornet. Lalu tambahkan garam dan lada bubuk. Koreksi rasa. 2. Masukkan tumisan daging kedalam wadah yang sudah terisi daun bawang dan telur bebek. Setelah itu koreksi rasa lagi. 3. Klo udah oke, masukkan bahan ke dalam kulit lumpia. Goreng hingga kecoklatan. . . Kuah Cuko : Didihkan air, masukkan garam, gula merah, cuka sedikit demi sedikit sampai rasanya pas. Acar : Campurkan kedalam wadah ketimun (yang sudah di buang bijinya) dan wortel yang di potong dadu, cabai rawit, bawang merah, lalu tambahkan sedikit air, gula pasir, garam dan cuka. .